Rabu, 05 Maret 2014

Waria sang Pawang Ular



Neti/Ibrahim sang pawang Ular
Banyak sekali sejarah dan catatan tentang wria yang mebuat hampir semua lelaki normal jengkel. Dan kebanyakan orang beranggapan waria dengan ketidak normalannya mereka masih memiliki rasa takut selayaknya wanita Normal lainnya.


Akan tetapi ada sedikit perubahan yang dipecahkan oleh Neti yang memiliki nama asli Ibrahim, waria asli Dompu yang tinggal di desa Dorebara.

Sebelumnya banyak sekali murid pendidikan sekolah dasar yang berlarian dan meramaikan halaman rumah Hj. St. Hawa, tidak hanya anak-anak yang meramaikan melaikan banyak sekali warga yang ikut meramaikan yang membuat kami bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi.
Terlihat jarum jam menunjukan pukul 13:00 wita tepatnya Rabu 05 maret, ternyata kerumunan tersebut diakibatkan oleh waria yang sedang menari dengan seekor ular sanca yang berukuran sedang yang dililitkan pada tubuhnya.

Ibrahim pria yang berumur genap 38 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya dahulu pernah menjadi pawing ular, baginya ular merupakan hewan reptil yang sangat bersahabat. Patokan serta eratan yang 
pernah dirasakan dahulu hanya sebatas gigitan semut dan genggaman tangan.
“Sejak remaja saya sering mencari dan bermain-main dengan ular, banyak jenis ular yang pernah dimainkan, patokan ular sudah tidak terhitung lagi saking banyaknya, dan eratan hanyalah genggaman tanda kasih sayang antara ular dengan saya” jelas Ibrahim

Pernyaataan Waria tersebut dibenarkan juga oleh Hj. St. Hawa, sebagai seorang ibu sangat mengetahui jelas kegitan yang dilakukan oleh anaknya sejak kecil, namun dengan bermain ular merupakan hobi tersendiri baginya. Jelas Umi Hawu nama sapaan Ibunda Ibrahim.

Banyak sekali warga merasa hal tersebut aneh akan tetapi sangatlah mengasikan, karena jarang terlihat orang yang beramain-main dengan ular tanpa ada rasa takut dan ragu, jelas Ahyar bocah penyaksi Ibrahim dan ularnya.

Ibrahim juga menambahkan, kegiatannya dengan bermain ular sanca ditempat umum tidaklah mengharapkan imbalan atau upah dari penonton, melainkan bermain hanya untuk sensasi dan menghibur masyarakat. Azis red

Tidak ada komentar :

Posting Komentar