Tampilkan postingan dengan label Berita Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Teman Asik Usai Hujan Ditaman Kota Dompu

Ting-ting-ting... Begitulah suara sendok ketika diketokan dengan botol saus yang di gantungnya didepan sebelah kiri setir Motor, biasanya kebanyakan warga langsung berdatangan untuk menghampiri dan langsung membeli bahwasanya suara tesbut adalah suara pedamgang cilok.

Tidak heran usai hujan reda ditaman kota Dompu banyak gerobak yang mangkal untuk menambah kehebohan taman kota dengan fariasi ketukan  tangan yang sangat berfariasi suara dentingan botol maupun mangkuk yang diketuk dengan menggunakan sendok yang menandakan perbedaan dengan penjual lainnya, seakan memanggil para pembeli dengan bisikan cilok hangat enak siap saji.

Banyak pengunjung taman yang membeli cilok, namun beda cilok di Dompu dengan cilok di Lombok maupun di Jawa, karena cilok ini hanya tersedia dengan sambal saus manis dan pedis, kalo di kota lain ada yang menggunakan sambel kacang.

Seperti salah seorang pembeli cilok Mbak Yani, ia mengaku sangat hobi memakan jajanan yang terbuat dari kanji dan daging ini, dan setiap hari ia tidak ingin ketinggalan dengan jajanan ini.
"Asiknya ketika usai hujan kan dingin, duduk ditaman kota sambil cuci mata menikmati jajanan murahan yang  pasti hanghat dan menggugh selera dengan cilok, dengan modal Rp.5000 bisa memuaskan slera makanku beserta keluarga" ujarnya girang.

Jajanan murah meriah ini juga sangat bergantung pada penjualnya, seperti mas Darus Salam (28) pemuda asal Lombok Timur yang biasa disapa Darus , karena seperti yang dijelasdkan oleh Darus bahwa berdagang jajan murah meriah ini sungguh harus diperhatikan keuntungan dan modalnya, karena disaat musim hujan begini biasanya harus rajin-rajin memperhatikan cuaca dan kesehatan.

"Sedikit  keuntungan dan kesempatan yang kita miliki ketika musim hujan begini, karena dengan modal Rp.150 ribu sehari akan menarik keuntungan hanya Rp.60 ribu/ hari, ketika jusim hujan begini. dan jikalau laku semua keuntungan sehari sekitar Rp.160 ribu. yang ada rugi kalau musim hujan begini karena kita harus sediakan obat dan kita harus taruhan kesehatan ketika terkena hujan yang biasanya flu yang kena" ujarnya sedih.

Memang tidak heran gaya dan usaha oprang orang untuk mencari nafkah, karena dengan tetap berusaha walau menerjang serta melawan musim demi melancarkan kehidupan dan menafkahi diri dan keluarga. *Az

Minggu, 07 Oktober 2012

Timbu ‘Dahi kuliner Khas Dompu

gb. Tibu 'Dahi kuliner khas Dompu Siap Saji
Minggu 07/10/2012, Timbu ‘Dahi merupakan dua kata yang menggunakan kata Dompu, Bima yang berarti Nasi bambu (Timbu) dan tape ketan (‘Dahi) yang merupakan makanan Khas yang ada dikota Dompu Sendiri.
Timbu ‘dahi yang merupakan makanan Khas Dompu Bima yang sama-sama berbahan dasarkan beras ketan hitam dan putih yang diolah dengan proses yang berbeda namun bisa disatukan yang menghasilkan citarasa yang cukup menumbuhkan selera makan ini CUKUP cukup menarik dan memberikan warna tersendiri untuk pendatang baik dari luar daerah Dompu sendiri maupun Luar. Karena timbu dahi ini memiliki rasa yang Khas dan sungguh berbeda dengan makanan yang lainnya, karena pada proses pembuatannya yang juga cukup unik, seperti  apa yang dijelaskan oleh Ibu Sarafiah Mustamin selaku penjual Timbu ‘Dahi yang merupakan warisan turun temurun kleluarganya, Timbu ( nasi Bambu) diproses dengan cara Beras ketan puti yang dimasukan kedalam bambu yang sudah dicampur dengan air santan dan dibakar dengan menggunakan arang, sedangkan ‘Dahi (tape ketan) yang merupakan beras ketan merah yang diproses dengan menggunakan ragi dan disimpan beberapa hari dan mengalami proses fermentasi sehingga mengahsilkan aroma serta rasa yang cukup menggugah selera makan.
Ibu Sarafiah yang merupakan pembuat timbu sejak tahun 1996 yang merupakan warisan dari ibunya nenek Ijah, ia adalah wanita asli Dompu yang berasalkan Desa Dorebara Dompu, kesehariannya adalah menjual Timbu dan Dahi, walau harganya yang sedikit agak murah tapi tidak terlalu murahan, hasilnya ia gunakan dengan membiayai anaknya untuk bersekolah, dengan hasil jualannya lima anaknya telah berhasil menyelesaikan sekolah hingga bangku SMA dan tinggal anaknya yang keenam yang sekarang masih duduk dibangku kelas 2 SMA.
Sudah tidak heran lagi jika peminat Timbu ‘Dahi bukan hanya orang Dompu Bima, ataupun orang luar daerah, melainkan adajuga wisatawan asing yang menjadi langganan Timbu ‘Dahinya ibu sarafiah ini,. Seperti yang diujarkan oleh KK Fau itulah sapaannya “waura ntoi ndaiku amba ‘dahi labo timbu, swatipu sakola anawauku sampe sa nggorikaina sakola SMA, ntene mpa warana dou dimawelina sabunera ambare nggeepa mpoina, kone ake dou turis ngawa rau weli pangaha ma kampo ndake, akempa fuu moriku.(sudah lama diri pribadi saya berjualan ‘Dahi dan Timbu, sebelum anak saya sekolah sampai mereka tamat SMA, tetap juga banyak yang gemar membelinya berapapun yang saya jual tetap habis. Sekarang aja orang turis mau mau membeli jajan yang kampungan ini” ujar kk Fau penuh semangat sambil menjual dagangannya di pos Ronda Dorebara Selatan.