Jumat, 04 Januari 2013

Pengundang Resmi Banjir.

banjir beserta sampah

Ketika memasuki musim hujan, tidak heran jika hujan indentiknya dengan banjir, hujan untuk tahun sekarang ini sangat sering terjadinya banjir ini sudah banyak dirasakan oleh sebagian banyak warga masyarakat yang ada di Dompu khususnya.

Awal memasuki tahun 2013, yang sekarang terhitung hampir sepekan penuh, Dompu setiap harinya terus dilanda hujan,  baik hujan lebat, maupun gerimis namun berkepanjangan. Seperti catatan awal memasuki tahun 2013 kemarin yang tepatnya selasa (01/01/2013) hujan melanda disebagian besar kabupaten Dompu sejak pukul 10:00 sampai pukul 19:00 waktu setempat.

Dengan kejadian hujan gerimis berkepanjangan banyak yang mempprediksi memasuki awal tahun yang baik, namun kenyataanya hujan tersebut berlanjut dengan banjir ringan serta hujan lanjutan dihari keberikutnya, yang sekarang sudah memasuki hari kelima awal bulan January 2013.

Bukanlah hujannya yang penyebab pengundang banjir yang utama, melainkan mari kita lihat apa yang telah kita lakukan terhadap alam. Seperti bencana yang terjadi dimuka bumi adalah ulah tangan manusia, jadi mari kita ingat sama-sama kesalahan apa yan telah kita perbuat. Kita kita kupas kembali saat musim kemarau ditahun 2012 kemarin bahwa, banyak hutan yang gundul akan kebutuhan masing-masing kelompok orang, seperti membuka lahan baru dan lain sebagainya. Dan kita lihat untuk ulah kita di perkampungan dan skitar rumah, kita sengaja untuk membuang sampah yang memang bukan pada tempatnya.

Pemerintah Dompu sebelumnya sudah memberikan larangan dan pemberitahuan untuk membuang sampah pada tempatnya yang ditulis dipapan pengumuman, spanduk serta papan reklame, di sekolah di rumah sakit dan tempat umum lainnya, bahkan mereka juga telah menyediakan wadah untuk sampah yang dengan berbagai macam ukuran, dengan menggunakan alat gerak seperti mobil bak serta kendaraan beroda dua.  Namun masih juga terlihat setiap ada banjir, tetap juga masih terlihat ada sampah.

Untuk faktanya yang terlihat, sudah ada larangan untuk menjaga kelestarian sungai dengan himbauan “jangan buang sampai di sungai” namun kebanyakan orang tetap membuangnya, bahkan dilarang untuk sungai ada yang membuang dikali, bahkat digot ataupun drainase. Andai saja sampah dibuang pada tempatnya, dan kesadaran masing-masing indifidu tumbuh, maka tidak ada ceritanya air meluap disungai maupun kali yang mengakibatkan banjir. Namun inilah yang sedang terjadi. Dompu akan berperang dengan kemacetan yang diakibatkan oleh banjir, rumah warga terendam dan perabotan terseret.

Andaikan pemerintah Dompu kembali turun untuk menghimbau dan mengisyaratkan lagi, bahwa betapa buruknya banjir dan indahnya lingkungan tanpa sampah agar membuang sampah pada tempatnya, dan cintai dan rawatlah lingkungan hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Maka secara otomatis, banjir akan terselesaikan dan hutan kita kita akan aman. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi, lebih baik mencegah dari pada mengobati. (*Az

Tidak ada komentar :

Posting Komentar