Minggu, 30 September 2012

Laporan Motifator bulan September

No
Hari / tanggal
Lokasi Kegiatan
Materi
1







2









 3








4






5







6









7








8








9
                         







10




Sabtu, 1/09/2012







Minggu, 2/09/2012









Rabu, 5/ 09/2012








Senin, 10/ 09/2012






Minggu, 16/09/2012







Selasa, 18/ 09/2012









Sabtu  , 22/ 09/2012








Minggu,23/ 09/ 2012








Senin, 24 / 09/ 2012








Selasa, 25 /09 / 2012



Bak Penampungan Air Desa Nanga Doro, Kec. Hu’u






Air panas kec. Hu’u









Kantor Dishubkominfo Propinsi NTB







Rumah Ompu Neo, Desa Dorebara





Barugak Sawah Pak Dul, lingkungan Pelita Dompu.






Kantor Dishubkominfo Kab. Dompu








Hutan Gunung Titi Dorebara








Kantor LenSA- NTB








Desa Tambalae kec Pajo








Rumah Ibu Asmah Dorebara Selatan
Saat menyurfey lokasi dihuu kami bertemu dengan seoramng IRT yaitu Ibu Nurmi yang merupakan salah satu warga asli nanga Doro mengeluhkan kondisi yang ada yang dikarenakan kemarau panjang didesanya.

Seperti yang diutarakan oleh salah seorang warga yaitu bapak Chairil, selaku pengamat desa ia menceritakan betapa banyaknya aset Dompu yang tidak diketahui, sebut saja tersembunyi, dan ia berusaha untuk membuka dan melestarikannya agar semua orang tahu.

Saat rapat penentuan Id Kreatif Dishubkominfo Dompu yang dibuka resmi oleh H.IChtiar selaku kepala Dinas, dan dihadiri oleh staf sarana dan prasarana bapak Jakaria dan beberapa komunitas KMD Dompu guna persiapan Jambore KMD di Lombok raya.

Ompu Neo beserta Istrinya St.Atiah mengeluhkan karena kemarau yang mengakibatkan kekurangan kebutuhan airnya maka ia mencoba untuk melakukan pengeboran.

Pak Dul yang merupakan petani yang beralamatkan Doro Tangga Dompu yang memiliki sawah di lingkungan Pelita mencoba untuk menanam padi walau disaat musim kemarau yang dikarekan pasokan air cukup menjanjikan.

Disana ada bapak Jakaria selaku pembicara dan KM Dompu selaku peserta, om Jek memberikan Motivasi serta mengajak anggota KM Dompu agar terus bersaing dalam pekerjaannya guna menambah rengking serta nominasi kedepan untuk kabupaten Dompu.

Bapak A. Wahab selaku pencari madu yangb memang kesehariannya disela pekerjaannya selaku petanio ia mencari madu untuk kebutuhan obat, keperluan keluarga dan untuk dikirimi anaknya yang ada di tanah Jawa.

Bapak Akhdiansayah S.Hi, selaku direktur LenSA-NTB merasa bangga karena mendapati kunjungan Mr. Philip selaku kedubes Kanada di kantornya guna menyurvey langsung kegiatan kerja LenSA dan meninjau kondisi kab. Dompu.

Desa tambalae Pajo, seperti yang diutarakan oleh bapak Jainudin selaku PPl. LenSA-NTB Dompu, menceritakan langsung Kondisi yang sedang teradi di desa dampingannya, bahwa masyarakt disana berusaha saling berebut Air karena kekurangan Air.

St.Asmah selaku janda yang sekarang tergolong lansia namun dengan penuh tanggung jawab dan kerja kerasnya, untuk mencukupi kehidupan keluarga ibu Asmah menjual Asam dengan cara OL di Facebook oleh Cucu dari anak pertamanya.

Senin, 24 September 2012

Bisnis Asam dengan cara Online

Gb. asam yang baru diolah
Km, Sanggicu,Senin 25/9/12.  Beinternet atau Online terkadang gampang-gampang susah, tidak hanya itu media ini memang sangat aneh karena kadang menguntungkan dan kadang merugikan, seperti yang dilakukan oleh janda tua sebut saja Asmah, keseharian nya adalah bertani dan disela aktivitas pertaniannya, ia sering-sering pergi ke kebun untuk memunguti buah asam yang jatuh dan memang siap untuk dipanenkan, setelah diolah dan kemas, asam-asam yang ia dapatkan dijual kepada tetangganya ataupun warga yang mau membelinya karena asam termasuk bahan perisa dalam sayuran.
Tak heran biasanya dagangan asam yang dijual oleh ibu Asma laku tanpa memakan waktu banyak karena pembeli tidak hanya membayarnya dengan uang melainkan ada juga yang membayarnya dengan beras, karena perkepalan dijual dngan harga 5 sampai 7 ribu rupiah, praktisnya ibu Asmah biasanya jika banyak asam yang dijualnya tidak laku maka ia kan menyuruh Cucunya menjual dengan cara mengiklankan lewat media internet yaitu Online lewat akun Facebook. dan pembelinya adalah teman sekolahan serta orang-orang yang biasa berlangganan dan yang berteman diakun nya.
Justru dengan demikian asam ibu asmah akan laku semua, justru ibu asamah merasa ringan lagi dalam berbisnis asam dikampungnya janda asal desa Dorebara yang dikenal akan pemijat sekaligus penjual asam ini tidak perlu repot-repot menenteng dan membawa jualannya keliling kampung, dari pada repot mending tunggu dirumah jika ada yang memesn lewat kotak pemberitahuan di facebook langsung saja dibawa kerumahnya. ujar ibu asmah santai. Azis.

Berlomba Mencukupi Jatah Air

gb.kondisi sumber air
Km.Sanggicu, tepatnya didesa pemekaran yang baru seumuran jagung yang awalnya dari desa Ranggo kec. Pajo, yakni desa Tambalae yang memang kondisi masyarakat saat ini mengalami kekeringan dan berakibat kekurangan air bersih.
warga berlomba-lomba untuk sebisa mungkin untuk saling mendahului untuk mendapatkan jatah air bersih guna keperluan minum, masak dan kebutuhan lain sebagainya. karena memang musim kemarau tahun sekarang ini sangat lebih terasa dan sedikit berkepanjangan. seperti yang diutarakan oleh salah seorang staf LenSA-NTB yang ditugaskan sebagai petugas lapangan bapak Junaidin yang biasa disapa dan dikenal dengan nama Yudha.
"kondisi yang dialami oleh masyarakat desa tambalae sungguh sangat krisis akan kekurangan air bersih, seperti yang terjadi sekarang ini tidak hanya kaum bapak-bapak atau lelaki yang berebut air bersih, akan tetapi kaum perempuan yang bahkan anak-anak serta yang lansia ikut berperan untuk saling berebutan air. ujar mas Yudha saat bertemu dengan tim sanggicu disekretariat LenSA-NTB.
tidak hanya itu kekuranghan air yang dirasakan oleh masyarakat tambalae kini menjadi bahan diskusi yang telah beredar didunia maya yakni grup guru To'i bahkan banyak yang memberikan masukan seperti merencanakan bantuan bahkan mengujarnya untuk melakukan pengeboran guna mencukupi kebutuhan masyarakat tambalae khususnya bahkan Dompu umumnya.

Minggu, 23 September 2012

LenSA-NTB DIKUNJUNGI KEDUBES DARI KANADA

Gb.saat foto bersama di kantor LenSA
LenSA-NTB mendapati kunjungan tamu dari luar negri yaitu kedubes (kedutaan Besar) dari negara Kanada kemarin minggu (23/09) pukul 14:00 WITA.
Mr.Philip yang merupakan Kedubes Kanada yang merupakan koordinator dibidang politik dan sosial yang di dampingi oleh staf ahlinya yang merupakan penerjemah bahasa bapak Aditya yang  disambut dengan hangat oleh bapak Akhdiansyah,S.Hi. yang merupakan direktur LenSa-NTB beserta stafnya yang memang tujuan berkunjungnya kesekretariat LenSA-NTB yang beralamatkan Jl.Lintas pelita Kel. Dorotangga Dompu untuk meninjau sekaligus mengetahui kerja-kerja LenSA-NTB serta dan sekedar mengetahuio informasi yang ada diKab. Dompu seputar sosial, ekonomi dan budaya yang ada di Dompu.
Tidak hanya itu Mr. Philip juga sedikit ingin mencari tahu isu-isu Demokratisasi apa saja yang ada di Dompu, karena memang hanya lembaga Swada Masyarakat LenSA lah yang mengetahui dan mempunyai daa kuat tentang semua yang ada diDompu jadi tak heran jika kedutaan asal kanada langsung menuju ke sekretariat LenSA-NTB.
Dalam penjelasan bapak Akhdiansyah, S.Hi. menginginkan LenSA lebih dikenal oleh semua lapisan masyarakat karena LenSA memang bekerja untuk masyarakat agar masyarakat lebih tahu kebebasan, kewenangan serta hak mereka dan popsisi mereka yang sebenarnya karena memang LenSA memiliki data yang kuat dan seharusnya masyarakat mau datang untuk sekedar main di sekretariat LenSA NTB dan pemerintah juga harus bisa mengambil contoh dari LenSA-NTB.*azis*

Sabtu, 22 September 2012

PENCARI MADU ASLI DOMPU

gb.pak wahab saat meremas madu(kiri)

Km.Sanggicu, Madu merupakan cairan yang didapat dari sarang lebah madu atau tawon yang menyimpan banyak manfaat serta ribuan pengobatan, dan madu selain untuk obat dalam tubuh tetapi madu juga bisa digunakan untuk perawatan luar seperti merawat kecantikan wajah serta luluran tubuh dengan demikian tidak heran bahwa madu bernilai jual tinggi, karena memang untuk mendapatkannya lumayan sulit dan banyak pula tantangannya.
Seperti salah seorang petani yang berada Didesa Dorebara yakni bapak Awahab H. Umar yang sering-sering kehutan untuk mengambil kayubakar dan mencari lebah madu saat ditemui oleh anggota KM Sanggicu Dompu Dihutan Doro titi lokasi Ncaokai Sori kemarin Sabtu (22/09) sore saat pak Wahab meremas madu yang baru saja diambilnya.”saya biasanya disela-sela pekerjaan disawah biasanya saya datang bersama anak serta kerabat saya bahkan sendirian untuk mencari madu, karena tidak banyak orang warga desa ini yang bisa mengambil madu, karena memang hutannya yang sangat menantang karena terjalan serta jurang dan juga untuk mengambilnya butuh pengalaman serta tehnik tinggi karena jika kita salah tingkah maka tidak heran kalau kita tersengat oleh sang induk lebah, makanya banyak sekali orang yang lari jika melihat sarang lebah madu/ tawon. Kata pak Wahab bapak beranak lima tersebut.
Setelah berbincang-bincang lama sambil meremas air madu yang masih ada disisa-sisa sarangnya bapak Wahab menambahkan” Saya biasanya jika madunya siap panen air madu bersihnya sekitar 15 botol dan jika sedang kering yang dihasilkan hanya telur sama ampasnya saja, dan madu yang saya dapatkan tidak untuk dijual, tetapi untuk keperluan obat serta untuk dikirimi anak serta keluarga saya yang berada di Bogor, ya… untuk mendapatkan madu asli itu sulit karena banyak madu tiruan yang dujual oleh banyak orang yang bahkan mengurangi khasiat obatnya” ujarnya sambil memakan ampas madu segar bekas remasan madunya.*Azis*  

CITA-CITA DISHUBKOMINFO KAB.DOMPU UNTUK KM DOMPU

gb.om Jek saat diskusi bersama KM
Km. Sanggicu, dengan terbentuknya Kampung Media dikab.Dompu yang sejak tahun 2009 oleh Dishubkominfo Propinsi NTB, pemerintah kab.Dompu baru saja menyadari dan menanggapinya sejak diadakannya jambore Kampung Media yang dilakukan kemarin pada tanggal 15 september 2012.
Dishubkominfo kab.Dompu menerima sekaligus melibatkan kampung media yang ada di beberapa kecamatan di Kab.Dompu, karena seperti yang diutarakan oleh bapak Jakariah selaku Kasi kepengurusan sarana dan prasarana informatika “ Kampung media adalah jalan baru dan terbaik untuk menjembatani serta penyebarluasan informasi, jadi dengan adanya kampung media kita harus memberikan respon positif seperti memberikan ruang gerak mereka didalam tata kepemerintahan Dompu. Kampung media juga disini tidak hanya menunggu upah dari propinsi tetapi kita disinilah yang akan menyediakannya juga karena mereka sebenarnya bekerja untuk pembangunan serta perubahan Dompu Khususnya.”
“Tidak hanya itu kami pemerintah Dishubkominfo Dompu juga merencanakan akan memfasilitasi pembentukan kampung media yang berada dikecamatan yang lainnya seperti kec.Kilo, Hu'u dan Pekat yang berada di kab.Dompu yang belum terbentuk  karena dengan sendirinya informasi yang ada di setiap desa yang berada di setiap kecamatan akan cepat diketahui dan tidak hanya itu bagaimana kita bisa memerankan lebih menonjol lagi kampung media tersebut, dengan begitu kalau bisa mereka akan mengelola media tambahan seperti Radio Pemerintah Daerah(RDP) dan mengelola media cetak yang nantinya dinamakan Koran Kampung Dompu dan mereka dianigrahkan dengan SK.Bupati dengan Honorer perbulan. Ujar pak Jakariah saat berdiskusi bersama anggota kampung media sabtu (22/09) di kantor Dishubkominfo Dompu.*Azis*

Selasa, 18 September 2012

MOTIVASI TERSENDIRI SEPULANG JAMBORE

Gb. Saat pertemuan KM Kab.Dompu
Km.Sanggicu, setelah digelarnya jambore kampung media  sabtu (15/8) kemarin dihotel Lombok Raya, berhasil membangun motivasi bagi komunitas Kampung Media Kab.Dompu, karena dengan keberhasilan yang dicapai oleh Kampung Media Sanggicu Dompu masih terasa belum cukup oleh komunitas kampun Media Kab.Dompu.
Sepulang dari acara Jambore tersebut Komunitas kampung media Kabupaten Dompun ternyata memiliki motivasi tersendiri antar komunitas seperti Kampung Media Bali 1, Km Pajo, Manggelewa, Km Woja, Km Kempo dan Km Sanggicu Pula, karena saat pertemuan Antar komunitas Kab.Dompu di sekber Dompu Kemarin masing-masing komunitas menyiapkan diri untuk bersaing ditahun mendatang, seperti yang diutarakan oleh Taufik selaku admin Km. Manggelewa Dompu,"saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meraih  nominasi tertinggi, karena saya rasa Km. Sanggicu mampu saya kalahkan untuk tahun depan" begitu pula dengan pendapat komunitas yang lannya.
namun Km. Sanggicu yang berhasil meraih nominasi tertinggi di bidang mata lomba Backbone merasa masih kurang dengan apa yang telah diraihnya seperti yang diutarakan oleh Azis "Km. Sanggicu akan berusaha lebih keras dan giat lagi karena saya dan teman-teman Sanggicu yang lainnya ingin meraih nominasi pada Duta Informasi, karena hanya itulah cita-cita kami.
*Rizal Red*