Minggu, 28 Oktober 2012

Pengunjung Pantai Jambu Lebaran Ini Berkurang

pantai jambu dari jauh

Kita selaku Panitia merasa sangat kecewa dengan pihak dinas pariwisata, karena telah menunjuk saya sebagai kepala panitia yang bertanggung jawab merasa kecil hati bahwa jumlah pengunjung untuk lebaran Idul Adha seperti sekarang ini pengunjungnya tidak terlalu ramai seperti idul Fitri, karena pemasukan nya sangat minim seperti Idul Fitri pemasukannya mencapai puluhan Juta rupiah” Ujar bapak M.Saleh atau sering di sapa Onas.

Sudah tiga hari dengan hari Minggu kemarin, salah satu Aktivis desa jambu ditunjuk oleh Desa Jambu untukmenjadi panitia pemungut dana pengunjung pantai Jambu atau pantai Velo Janga, seperti pa yang dijelaskan oleh bapak Onas Sendiri saat diwawancarai Oleh Tim Kampung Media Sanggicu Dompu (KMSD) kemarin Minggu 28/10 tepatnya di pinggir pos pembayaran Karcis masuk, bahwa desa Jambu telahg bekerja sama dengan dinas pariwisata untuk pemungutan retribusi pengunjung pantai jambu tersebut, bang onas sendiri serta pihak aparat desa hanyalah pengelolaan dari desa jambu, tindak lanjut dari desa untuk pantainya tida ada, melainkan desa mengunakan dana hasil pemungutan untuk disetor ke dinas pariwisata karena dinas pariwisata memungut pajak serta retribusi tipa tahunnya, namun dari desa sendiri hanya mengharapkan uang sisanya untuk keperluan desannya sendiri, seperti keperluan membeli kertas, serta perlengkapan lainnya yang mungkin menurut desa sangat dibutuhkan.
Dari pihak pariwisatanya selama ini belum ada pengalokasian dana hasil darin pada pantai jambu sendiri, seperti sekarang ini terlihat adanya kurang dari lima barugak yang terbangun di pinggir pantai itu masih dipertanyakan pembuatnya Dinas Mana karena tidak ada laoran yang masuk serta kepastiannya,  karena seperti yang ditegaskan oleh bang Onas sendiri bahwa sudah lebih dari Rp 10 Juta dana yang dimasukan ke dinas pariwisata sejak Idul Fitri 1433 H. kemarin namun belum ada tindakan serta pengalokasian dana untuk pantai jambu sendiri.

Serta Dari pihak pengamanannya sudah tiga hari aktifitas pantai belum terlihat adanya kericuhan dan telah dipastikan aman, karena dari pihak pengamanannya telah inten untuk tetap bersiaga, karena belajar dari pengalaman seperti yang terjadi saat lebaran-lebaran sebelumnya.  Dan jikalau adanya perselisihan yang mungkin akan memicu kericuhan serta keributan maka akan diproses secara hukum dan klarifikasi masalah akan lebih ditingkatkan lagi, sejauh ini masih terlihat aman” ujar bapak Arifin Selaku pengamanan perwakilan Polsek Pajo (A’A)

Kamis, 25 Oktober 2012

Abdul Azis...

Segenap Crew Kampung Media Sanggicu, Yang mewakili semua anggota dan Komunitas Kampung Media Yang berada di kab/ kota Dompu dan sepropinsi NTB Mengucapkan 

"SELAMAT  HARI RAYA IDUL ADHA 10 DZULHIJAH 1433 H, MINAL AIDIN WAL FA'IDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"

SEMOGA SELURH JAMAAH HAJI INDONESIA MENDAPAT HAJI YANG MABRUR...

"DI HARI YANG SUCI INI KITA DIANJURKAN UNTUK BRKURBAN DAN TIDAK DI ANJURKAN UTUK MENJADI KORBAN"

Selasa, 23 Oktober 2012

Jelang Hari Kurban Harga Ternak Melunjak


“Hari raya idul kurban yang tinggal menghitung hari kini pasaran ternak semakin melunjak” itulah sepatah kalimat yang dilontarkan oleh bapak Jamal saat ingin membeli ternak kambing untuk dikurban kannya Jum’at  (26/10) esok.

Tepatnya di desa Nowa kec Woja, dipinggiran jalan raya antar Ptropinsi yakni JL. Lintas Sumbawa yang sepnjang 100 meter terlihat hewan ternak kambing yang dijual oleh bapak Sukrin(48) Asli Dompu yang mangkal hampir sepekan ini sengaja menjualnya ditempat terebut, yang memang seperti yang dikatannya saat mengobrol dengan tim KMSD”Kampung Media Sanggicu Dompu” di tempal mangkalnya bahwa kebiasaan tersebut sudah sering dilakukan ditahun-tahun sebelumnya dan tidak hanya bapak sukrin yang menjual kambing tersebut melainkan banyak penjual lainnya juga.

“Dengan momen menjelang hari raya Idul Adha atau sering dikenal dengan hari raya Idul kurban ini tidak heran jika harga ternak sedikit naik, yang karena memang kebutuhan para pembeli sangat penting dan terbatas sehingga harga yang biasanya Rp 750 Ribu / ekornya, maka disaat seperti sekarang ini harga kambing naik sampai dua kali lipat menjadi Rp. 1.500.000 dan yang sehargaRp. 1 juta keatas maka di naikan sampai Rp 2 jutaan. Maka tidak heran lagi banyak nya pembeli yang memasang wajah sedikit cemas karena kecewa, namun karena kebutuhan akan berharap ridho yang lebih dari yang maha Kuasa maka mereka akan membelinya seperti yang dilakukan oleh para pembeli terlebih pak Jamal yang barusan membeli” ujar pak Sukrin

Dari bapak Jamal sendiri selaku pembeli merasa tidak begitu kecewa akan tindakan yang dilakukan oleh para pedagang yang sekarang ini, “namun benar seperti apa yang dikatakan bapak sukrin kalau sudah yang namanya kebutuhan yang mendesak maka tida boleh nolak karena takutnya dipenjual yang lainnya menjualnya dengan harga yang lebih tinggi lagi” ungkap pak Jamal.

Memang seperti yang terlihat sekarang ini, bukan hanya ternak Kambing yang mengalami kenaikan harga, melainkan ada yang lebih meningkat lagi seperti harga Sapi, Kerbau dan Bahkan Ayam juga melami kenaikan harga mencapai harga dua kali lipatan. (AA*) 

Keberhasilan Sanggicu Dompu

Sejak diresmikan menjadi anggota kampung Media pada tahun 2010, Ian Abdul Azis bersama rekan kerjanya yakni Rizal Perdana dan Al-Amin yang merupakan Anggota resmi kampung media yang telah terbentuk di Kampung Media Sanggicu Dompu yang mewakili kampung Media kec. Dompu kini terlihat jelas dengan capaian yang dihasilkannya.

Sejarah Program kampung Media merupakan program terobosan Propinsi NTB yang dikelola oleh Kadishubkominfo Propinsi yang telah diresmikan oleh Gubernur kini mendapapat respon positif bagi masyarakat dan kini telah terbenuk sebanyak 50 komunitas kampung media se NTB, karena memang progam ini intinya untuk melancarkan perkembangan informasi yang ada di tiap lingkungan yang ada di tingkat kecamatan antar kabupaten/kota se NTB.

keberhasilan sanggicu Dompu setelah mendapatkan nominasi tertinggi di pengembangan ITnya, kini Abdul Azis yang merupakan Admin Sanggicu dipercayakan oleh LSM LenSA-NTB untuk menjadi staf di bidang Ppejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID)nya lensa, RIzal perdana P. kini direkrut oleh media cetak Sarangge Dompu dibagian Pemasaran serta Kelompok Remaja Kreatif (KRK) Dompu sebagai staf publikasi Dokumentasi, dan Al Amin sendiri kini di peryakan oleh Media Koran Dumpu Dore yang merupakan Koran tingkat desa Dorebara  sebagai  Pimpinan Redaksi.

Walaupun telah memiliki tugas masing-masing di tiap-tiap lembaga tersendiri namun kekompakan serta kebersamaan yang dimiliki oleh semua tim Sanggicu kini semakin erat, Yang memang mimpi sanggicu masih jauh dan sangat besar yang masih belum tergapai, dan tentunya keberhasilan yang sesungguhnya masih belum nampak secara jelas karena banyak kekurangan atas kerja tim Sanggicu yang selama ini.

Rabu, 17 Oktober 2012

Lumba - Lumba Terdampar

gb. Lumba-Lumba saat dievakuasi
Km. Sanggicu, tepatnya di kecamatan Kilo, warga desa Malaju Rabu (17/10) kemarin dikejutkan dengan adanya seekor ikan lumba-lumba yang terdampar dipantai laut kilo, menurut salah satu warga yang berada dilokasi penemuan ikan Lumba-lumba tersebut  yakni bapak Prabu Eko bahwa ikan tersebut terdampar karena mungkin ditinggal oleh kelompok nya dan ia kelelahan dan akhirnya memilih untuk keluar dari laut akibat kelelahan, warga menemukannya sekitar pukul 08:00 waktu setempat.


Namun saat diketemui olh tim Sanggicu selku tim peneliti  menyatakan bahwa penyebab adanya ikan lumba-lumba yang terdampar tersebut dikarenakan lumba-lumba tersebut tidak mampu menahan kondisi air Air laut yang kurang cocok dengan suhu tubuhnya, jika dilihat disekitanya tidak hanya ikan lumba-lumba melainkan ada ikan lainnya yang ikut terdampar, dan ini diakibatan karena mungkin perubahan cuaca sekarang ini.
kartena memang kejadian seperti ini tidak terjadi sekarang ini melainkan kejadian tersebut terjadi hampir setiap tahunnya diberbagai pantai laut Indonesia.

Lumba-lumba yang terdampar tersebut kini diambil oleh salah seorang warga untuk dijadikan lauk karena memang keadaan ikan tersebut dalam keadaan mati dan juga kondisinya masih segar, karena jika dibuang itu sama saja membuang-buang rezki" ujar pak Eko nyantai.  *(zis).

Minggu, 14 Oktober 2012

Tak Ada Biji, Ampaspun JAdi


Km.Sanggicu, Tak ada biji, ampaspun jadi, begitulah istilah yang telah dilontarkan oleh M.Sidik selaku pemuda yang kesehariannya beraktivitas sebagai petani sekaligus buruh pikul. Ia mengungkapkan dengan menurunnya hasil pertanian ditahun sekarang ini petani tidak harus merasa pasrah serta berkecil hati karena dengan memanen kacang kedelai tidak hanya bijinya yang laku dijual, melainkan ampasnyapun akan laku dipasaran" ujarnya Minggu (14/10) kemarin.

Tepatnya disawah pak Nurdin kelurahan Kandai 1 Dompu, Sidik yang saat itu sedang berebut ampas kedelai dengan teman-teman yang lainnya untuk diperjualkan kepada petani ternak Sapi yang membutuhkan pakan uintuk ternak mereka,  ampas kedelai dijual oleh Sidik dan teman-teman yang lainnya seharga Rp.15.000/ karungnya jika peternak tersebut berasal dari wilayah Dompu yang dekat dengan lokasi, lain hal;nya dengan peternak yang berada jauh dari lokasi dan pembeli yang berada diluar kab.Dompu seperti Bima dan Sumbawa mereka menjualnya dengan seharga Rp.20 sampai Rp. 25 ribu itupun harga ampas halusnya dari kulit kedelai serta daun keringnya, belum lagi ampas kasar yang dari tangkai nya yang dijual seharga Rp.150.ribu / Truknya.

Makanya dengan penurunan hasil panen ditahun sekarang ini para petani tidah harus berkecil hati, yang karena memang dengan sedikit harga yang dihasilkan dari biji kedelainya tapi ampasnya pun bisa menghasilkan uang yang bisa sedikit menyamakan harga yang sedikit berkurang. Azis red. 

Kamis, 11 Oktober 2012

Bantuan Untuk Rakyat, Rakyat Berebut dan Ribut

Ilustrasi BSPS
Km. Sanggicu, kabupaten Dompu adalah kabupaten yang termasuk mendapatkan Bantuan Stimulasi Perumahan Swasta (BSPS) dan juga Dompu merupakan kabupaten yang memperoleh bantuan terbanyak dari sembilan (9) kabupaten atau kota yang ada di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan adanya bantuan yang dikhususkan untuk perumahan masyarakart yang tidak layak huni tersebut memicu konflik antara masyarakat, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) serta pemerintah sendiri, yang dikabarkan bahwa adanya kecurangan serta pungutan liar yang dilakukan oleh UPKserta aparat desa yang bertugas untuk menginput data dan menyurfi dilapangan, karena memang pada dasarnya dikabarkan bahwa bantuan ini tidak menarik biaya dan hanya bermodalkan KTP yang memiliki nomor induk keluarga (NIK) dan lampiran gambar rumahnya.

seperti yang dialami oleh masyarakat desa Mangge Asi Dompu serta warga Bali 1 Dompu, ternyata adanya kecurangan yang dilakukan oleh tim UPK yang katanya bersekongkol dengan aparat desanya untuk mendata dengan cara memilih tanpa melihat fakta, seperti kejadian yang diributkan sejak minggu kemarin sampai sekarang ini bahkan ada juga sebagian masyarakat desa Mangge asi berbondong-bondong mendatangi bapak Abdul Mu'is selaku kabid Fisik Bappeda Dompu untuk memintai keterangan serta penjeklasan tentang bantuan rumah yang tidak layak Huni tersebut.

Adapun tanggapan dari bapak Abdul Mu'is saat ditemui kemarin (kamis 10/10/2012)  oleh tim Sanggicu,"jika memang adanya kecurangan serta pemungutan liar seperti apa yang dikabarkan, itu tidak sangkut pautnya dengan pemerintah Bappeda melainkan itu mungkin sengaja dilakukan oleh tim UPK serta aparat desa masing-masing yang mencari keuntungan sendiri, dan sekarang pengimputan data dan surfey kondisi rumah sudah dilakukan untuk mendata ulang dan mereka semua memenuhi prosedur kerja" ujar pak Mu'is diruang kerjanyan.

dan harapannya agar masyarakat tidak lagi meributkan masalah tersebut karena seperti yang diharapkan oleh Menpera kata pak Mu'is, agar masyarakat penghuni rumah tidak layak huni yang belum mendapatkan bantuan BSPS tahun ini akan dikedepankan ditahun 2013 depan, karena memang program ini berlanjut sampai tahun 2014 esok" jelasnya
*)Azis-