Sabtu, 14 Juli 2012

Kecelakaan Motor

kecelakaan serta musibah sungguh sangat menyakitkan jika menimpa diri kita, keluarga, teman serta kerabat, namun kecxelakaan serta musibah tidak bisa dihindari karena memang semuanya sudah menjadi takdir kita.
seperti kecelakaan yang menimpa sahabat Dego yang merupakan salah seorang anggota keorganisasian yang bernama Nggusu waru, yang singkatannya KMNU, awal kejadian yaitu dego dan temannya yang menjadi korban juga adalah sebelumnya mereka mengikuti undangan rapat keorganisasian serta rapat redaksi media koran baru Sarangge Dompu yang dilangsungkan di kantyor LenSA-NTB Dompu, namun karena saat itu pula kesehatan ia juga sedikit terganggu, dan sepulangnya tepatnya di lingkungan mada kimbi Kelurahan kandai satu Dompu dego dan temannya Sadam mengalami kecelakaan yang diakibatkan karena pandangannya sedikit terganggu dan berlangsung hari rabu (11/06) kemarin pukul 22:00 wita.
setelah kejadian korban dilarikan kerumah warga yang terdekat dan mendapatkan pertolongan pertama, dego mengalami luka di bagian perut, punggung dan dada, sedangkan sadam  yang diboncengnya mengalami luka dibagian kaki dan tangan, menurut saksi yakni darmawan yang saat itu teman rapat dan organisasi juga bahwa korban mengendarai diatas kecepatan rata-rata, namun karena musibah memang sudah bisa dihindari lagi.

Kamis, 12 Juli 2012

Pra Penyunatan Adat Bima Dompu

Kegiatan sunat dan khitan wajib hukumnya bagi umat muslim karena ini sudah dilakukanm oleh orang-orang sebelum kita termasuk para anbia atau nabi.
saat prosesi compo sampari
sepertri yang dilakukan oleh bapak M.Agung Arifsyah H. Umar yang tempat tinggal nya di desa Dorebara pra penyunatan biasanya digelar acara  yang dalam bahasa bimanya compo sampari atau celup keris, karena acara ini adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh para pendalu dan para leluhur, dengan adanya acara compo sampari biasa ditandai cengan hajatan serta asrafal anam yang dilanytunkan oeh kaum bapak yang didalamnya disediakan beberapa sesajen agar kegiatan penyunatan selamat dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
acara adat ini dilakukan saat malam hari seperti yang dilakukan oleh bapak agung kemarin malam selasa (10/07) namun saat acara compo sampari di iringi dengan asrafal anam dan penyuapan para pengantin yang akan disunat dengan nasi putih yang dibarengi ayam yang dibakar serta bumbu sambal jeruk, katanya ini adalah makanan kesukaan para leluhur dulu saat acara compo samparinya. dan dihadapannya tersedia beras kuning yang dimasukan kewadah yaitu gelas dengan sebatang lilin putih yang fungsinya untuk ditaburi saat penyunatan berlangsung dan lain sebagainya.
didalam rangkaian kegiatan compo sampari bisanya banyak masyarakt yang hadir, karena biasa nya diakhir akhir acara diaakan kegiatabn hiburan dan makaan bareng, dan hiburabnnya berupa hadra lokal Bima Dompu, yakni kaum lelaki menari dengan goyangan khas yang diiringi oleh rebana.
Banyak warga masyarakat yang ikut gembira dengan diadakannya acara penyunatan yang dilakukan oleh bapak agung, karena penyunatan yang dilakukan denan acara adat seperti inisudah jarang dilakukan karena dipengaruhi oleh kegiatan sunat masal pertahunnya, dan banyak sanak saudara serta tetangga beliau yang ikut menyunatkan anak-anak mereka, dan lebih-lebih bapak agung sendiri yang ikut gembira karena sukses menyiapkan acara dan membantu orang dan tetangganya untuk menyunatkan anak mereka. *'Azis*

Kreatiffitas Yang Membawa Perubahan

Adi dan Ecenk sedang membuat sabak
Banyak kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang yang berdampak dan menyibukan dinnamakan pekerjaan, dan ada juga kegiatan yang dilakukan yang bersifat hasil dari jiwa kesenian yang bernama kretifitas. baik dalam bentuk tulisan, lukisan serta ciptaan.
seperti suatu kegiatan yang dilakukan oleh para karyawan Foto Copy swete yang letaknya dikelurahan bali satu, lingkungan Wete Dompu, Adi hendryadi dan temannya Ecenk, aktifitas keseharian mereka adalah kuliah di salah satu Unifersitas lokal Dompu yakni STKIP Yapis Dompu, dan waktu luang dari kampus mereka menjaga photo Copian,  namun dengan sedikit ruang mereka mengimpikan membuat suatu kerajinan tangn yang mampu membawa dampak perubahan yang nampak dengan mendaur ulang sampah yang ada dilingkungan mereka, tanpa pikir panjang ady cdan ecenk pun menarik kesimpulan bahwa kebanyakan pengunjung mereka adalah perokok, dan di Dompu masyarakat kaum Adam yang mengonsumsi rokok sekitar 55 % dan sampah yang dihasilkan adalah bungkus rokok.
dengan demikian mereka mengkresikan dengan mengumpulkan bungkusan rokok disekitar mereka untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat dan bisa mengurangi limbah kertas bungkusanrokok yang mencemari lingkungan dengan mencitakan asbak dan bingkai.
seperti yang diutarakn oleh adi mahasiswa skaligus karyawan foto Copy "bahwa jika kita terus menerus membuang bungkusan rokok, maka akan mengakibatkan angka limbah kertas diDompu, dan dengan itulah kami  mengembangkan suatuusaha yang bisa membantu mengurangi limbah kertas dengan mendaur ulang bungkusan rokok yang merupakan sampah ini dengan membuat asbak dan bingkai, karena asbak dan bingkailah yang mudah dibuat debngan bungkusan rokok ini dan dari pada dibuang dan dibakar akan mengakibatkan polusi dan lain sebagainya".
memang usaha yang cukup kreatif dari mereka bisa dijadikan contoh yang bagus untuk ditiru, dan harapannya mudah-mudahan semua remaja dan pemuda mau ikut serta dengan suatu kegiatan yang lainnya. karena ini semua muncul dengan sendiri tanpa paksaan asalkan tanam dalam hati kesnian yang tinggi. ujar ecenk. *'Azis RED,

Selasa, 10 Juli 2012

USAHA YANG MENYAKITKAN


gb.anak Ompu Neo dan pisang

Semua kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh setiap orang pasti akan mengharapkan suatu balasan dari hasil perbuatannya yakni hasil yang cukup membanggakan, karena setiap perbuatan aka nada ganjarannya. Seperti yang dilakukan oleh suatu lembaga atau perorangan, karena hasil yang no satu dari kerja keras yang dilakukan dan diperolah setelah melakukannya. Mau itu perbuatan baik dan jika perbuatan buruk maka hasilnya akan pahit.
Namun ada pula kegigihan serta ketulusan namun hasil yang didapat cukup menyakitkan seperti yang dialami oleh salah sorang petani pisang yang tempat tinggalnya diDusun Dorebara Selatan, yakni bapak M.Nur, bapak yang kini berusia 75 tahunan, profesinya sejak muda dalah bertani, disela kegiatannya bercocok tanam padi dan kedelai beliau juga menyempatkan diri untuk mengisi lahan kebun kosongnya dengan menanam pisang.
Sudah banyak pisang yang ditanamnya bertumbuh subur karena perawatan serta diperhatikan cengan teliti, bahkan bapak M. Nur yang biasa disapa ompu Neo oleh tetangganya rela mengambil tunas pisangnya di Area Wawo kec. Woja dengan berjalan kaki yang impiannya adalah dapat hasil panen pisangnya cukup memuaskan, namun lain ceritanya ternyata setelah siap panen, semua buah pisangnya dijangkiti oleh suatu penyakit yang biasa merusak padi dan pisang yakni hama Wereng. Saat proses pengambilan hamper semua buah pisangnya terjangkit penyakit tersebut yang akhirnya membuat ompu Neo berkecil hati dan kecewa atas semua yang menimpanya yakni kegagalan memanen setelah menunggu dan merawat lama pisangnya.
Kini ompu Neo hanya berpasrah dah lebih bersabar lagi dengan semua yang didapatnya, ompu Neo hanya bisa menebang pisangnya untuk membuang semua buahnya dan dibantu oleh putranya yang terakhir,semua impian dan cita-cita atas keberhasilan yang didapat dari hasil panen pisang semuanya sirna termakan emosi yang mendalam, tidak tahu pasti siapa yang salah dan minta pertanggung jawaban karena sudah nasib yang berbicara, Ompu Neo hanya menunggu hasil buahnya yang akan datang.

Minggu, 08 Juli 2012

Pahlawan Kehidupan

gb. ibu hawa saat jualan
Pahlawan, sering kita ketahui dan banyak teori yang menyatakan bahwa pahlawan adalah sosok orang yang berjuang saat perang dan memerdekakan negara atau kerajaan, serta perkampungan serta orang yang banyak jasa, seperti tokoh masyarakat, dan guru. Namun jika kita ketahui bersama bahwa orang tua juga merupakan seorang pahlawan karena ia adalah sosok pahlawan yang rela memperjuangkan tenaga keringat serta sebgian hidupnya untuk anak serta keluarga dan rumah tangganya.
seperti yang dilakuka oleh ibu Hawa ia adalah seorang janda beranak Lima, semua anaknya mengandalkan penghasilan dari beliau karena semua anaknya duduk di bangku pendidikan. ia merupakan tulang punggung dan kepala keluarga dalam rumah tangganya, kesehariannya ia mencari uang serta menafkahgi keluarga dengan menarik delman jualan sayur dan lauk, yang biasa disebut Benhur. ia menjual seharinya kejalur dompu selatan, seperti mulai kota baru, kandai 1, dorompana, sampai mbawi.
banyak orang menjadi langgana tetapnya dengan kesungguhan serta kesabaran tinggi dalam dunia berdagang, ditambah lagi dengan menarik benhur, ia harus pandai memerlihara dfan merawat kudanya untuk berjualan. karena hanya kudanya inilah yang menjadi teman setia untuk memprjuangkan hidupnya.
ia merupakan orang asli lingkungan Dorongao Dompu mayoritasnya penjual baik daging, ikan dan sayur. sehingga ibu Hawa mengikuti arus yang ada di tempat tinggalnya. dalam hatinya bagaimana semua anaknya bisamenjadi orang yang sukses dan bisa lebih sejahtera dan perekjonomian keluarganya terpenuhi baik hgarian atau bulanan, dan harapannya supaya ia selalu sehat dan kuat demi melanjutkan tanggung jawabnya.

Sabtu, 07 Juli 2012

Teknologi Maju Puluhan Langkah

ilustrasi pedagang sayur
Dengan banyaknya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan dan nampak ditipa pelosok, mempengaruhi semua kebudayaan yang biasa dilakukan oleh oleh masyarakat sebelumnya, namun banyak yang menanggapi bahwa teknologi adalah suatu terapan yang memudahkan serta meringankan beban yang kita jinjing. namun semua teknologi ada resiko serta tantangan yang akan timbul.
Seperti yang kita rasakan sekarang ini contoh kecil dengan adanya teknologi yang membawa perubahan yaitu dulunya penjual sayur serta lauk dengan cara menenteng atau jualan dengan bakulan dengan diiringi teriakan khas mereka, namun dengan majunya teknologi penjual bakulan dan tentengan seperti di desa Dorebara tidak dapat ditemukan karena mereka sudah menggunakan gerobak dorong, alasan mereka seperti Aminah salah seorang penjual bakulan yang menggunakan gerobak bahwa bakulan yang kemarin cukup menguras tenaga dan barang dagangannya sedikit saja yang bisa dibawa, dan akhirnya dengan adanya juga bantuan pemerintah akhirnya gerobak yang digunakan karena barang daganya bisa ditambah, dan juga lebih meringankan beban tampa menguras banyak tenaga.
namun disisi lain bakulan yang kemarin bisanya mendatangi rumah perumah para vpembeli dan langganannya, namun sekarang ini penjual bakulan yang menggunakan gerobak hanya keliling di area gang dan jalan raya sehingga para pembeliu merasa malas untuk keluar bagi yang rumah nya dibelakang, dan juga barang dagangan yang dibawa  sering tidak laku / ada sisa, dan ini yang akan menyebabkan kerugian bagi mereka selaku penjual, ujar Aminah selaku penjual. *'Azis,*

kegigihan Sang Pemuda


gb. saat tabur kedelai
Pemuda banyak dikenal sebagai sosok yang tangguh, berjiwa panas serta berani melakukan dan mengambil tindakan tanpa memikirkan resiko yang akan menimpanya, selalu berkelakukan bebas dan mudah terpengaruh dengan sesuatu yang baik ataupun buruk dan cepat menarik kesimpulan.
Lain halnya dengan salah seorang pemuda yang kini hidupnya tergolong sederhana, yang alam pikitannya hanyalah meringankan beban orang tua, ia merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara mulai kecil ia mengenal dunia pertanian, Muhammad Al-Amin biasa disapa Amin oleh teman-temannya semenjak ayahnya meninggal kini yang menjadi tulag punggung adalah ibunya, namun karena usia yang sudah tua semua pekerjaan sudah tidak mampu dilakukannya dan akhirnya amin mencoba untuk menerapkan semua ilmu pertanian yang tela diajarkan oleh almarhum ayahnya.
Amin salah seorang pemuda yang dipandang oleh tetangga serta orang-orang pemuda yang rajin dan telaten walau kini ia menginjak usia 20 tahun, semua ilmu pertanian telah dikuasai dan kini ia mampu meneruskan warisan yang di turunkan oleh orang tuanya, seperti menggarap sawah menanam serta memperhatikan dan merawat tanaman hingga panen.
Dan sekarang ia melakukan penaburan bibit kacang, ia manggaji orang serta teman-temannya dengan menggunakan uang tabungan, demi kelancaran proses pertanian. Namun semua yang dilakukannya ia merasa terbiasa karena jika tidak melanjutkan dengan penaburan bibit setelah panen meski harga bibit tinggi maka keluarga mereka akan mengalami penipisan ekonomi, dan demi kelancaran transportasi adiknya yang masih duduk di bangku SMA, dan kini ia merencanakan untuk bagaimana bisa lebih mensukseskan kehidupannya dengan keluarga.