Rabu, 05 Desember 2012

Pantai Ria Magic Baru Para Wisatawan Lokal

Pantai Ria

Jika dilihat dari letak geografis, pantai ria berada cukup dekat dengan pusat kota Dompu, untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 25 menit, pantai yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan gulungan ombak yang cukup ringan.

Aset  wisata NTB yang patut disukuri adalah adanya perpaduan antra pegungan dengan pantai yang mampu menenangkan hati. contohnya Tambora dan Lakey yang merupakan bukti nyata keindahan alam yang dimiliki oleh kabupaten Dompu, karena kedua tempat tersebut sudah dikenal oleh Dunia.
selain kedua tempat seperti pantai lakey dan gunung Tambora, ada satu pemandangan yang indah yang mungjkin akan membuat anda terpesona, karena kedua tempat inimemiliki perpadua yang cukup menampilkan keindahan panorama alam Dompu, Ria yang akrab disebut dengan pantai Ria patut menjadi pengisian salah satu daftar tempat wisata yang akan mengisi liburan anda.

Seperti liburan kenaikan kelas, liburan akhir pecan, liburan saat Cuti bahkan  liburan saat hari besar lainnya lebaran misalnya, bahkan liburan pada 17san Agustus.

Bagi masyarakat Dompu pantai Ria sudah bukan hal yang asing, melainkan pantai ria menjadi tempat wisata primadona local yang dijadikan tempat wisata alternative bagi warga Dompu. pantai Ria yang terletak di ujung Dusun Ria, desa Riwo, kec woja yang berjarak kira-kira 18 kilo dari kota Dompu.

Pantai Ria juga memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan tempat wisata lain seperti kases jalan yang lancer serta tidak membutuhkan biaya yang terlalu tinggi, serta pemarkir kendaraan yang slalu On Time ketika kita memasuki gerbang wisata cukup dengan isi saku sebesar RP. 6000,- anda akan langsung dapat menikmati tanpa rasa resah. Tidak hanya itu, ketika anda memasuki pantai ria, anda akan melihat tepat didepan mata anda akan melihat gunung yang sering-sering disebut sebagai pusat kerajaan Riwo dengan jelas, serta sepanjang perjalanan  anda tidak akan merasa bosan, Karena dipenuhio dengan hamparan tanaman hijau kebun warga serta tambak ikan yang membuat mata lebih berwarna dengan sejuta fariasi.

“Pantai Ria lebih indah ari pada pantai manapun, hanya saja belum terawatt begitu maksimal, dan jika saja terawatt mungkin lebih dari pada ini pemandangannya” ujar Salah seorang pengunjung Asli dari Kab. Bima
memang bukakn pilihan yang rugi bila liburan di pantai Ria, karena anda akan merasakan  semilirnya pantai ria, karena nuansa alamnya yang sangat memikat, pepohonan yang menjulang tak beraturan serta pemndangan hsmparan batu dengan aneka ukuran. (*Is)  

Jumat, 23 November 2012

Sapi Mengganggu Kenyamanan

Sapi yang mengganggu
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah Dompu tentang pengembangan ternak sapi di Dompu, maka banyak masyarakat yang terlibat dalam pengambangan beternak sapi. karena tidak hanya di Dompu bahkan tingkat Propinsi NTB program Pijar dikembangkan.

Namun dengan meningkatnya jumlah pengembangan sapi di Dompu sedikit memicu amarah masyarakat pengguna jalan raya kemarin kamis (22/11), jl. Lintas Belakang Dompu yang dimulai dari cabng tiga Mada Prama Woja Dompu yang tembus di perempatan Selaparan Woja.

Banyak sapi yang dibiarkan untuk berkeliaran dijalan umum sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat, yang memang sapi sekitar 1000 ekor dbiarkan berkeliaran untuk mencari makan sendiri, dan mengganggu kelancaran Tranportasi di jalur lintas Negara tersebut.

Tidak hany itu, sapi-sapi ini juga sempat meresahkan para wrga sekitar Doro Naru, dan masyarakat pemilik kebun dan lahan sawah pertanian, karena memang sapi berkeliaran bebas tanpa ada pengontrol yang merusak tanama para petani untuk mencukupi kebutan makan.

 Banyak masyarakat yang terasa dirugikan oleh ternak sapi tersebut, dimulai dari perusakan pagar pembatas kebun sampai pengrusakan tanaman pertanian, harapannya semoga para pemilik ternak sapi agar segera mengandangi sapi mereka, dan pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang mencantumkan sapi dilarang berkeliaran bebas. (AZ. Potretan Masyarakat Woja)

"Hujan...!" Harga Padi Kian Menurun

Ilustrasi
Kemarin dikabarkan oleh media Sanggicu Dompu bahwa petani So Klonco Dompu disibukan dengan pasca penanaman, namun lain halnya dengan petani yang berada di So Zero, Doro Ringi dan sekitarnya yang berada di lingkungan Pelita dan Doro To'i, Dompu kini disibukan dengan pengambilan hasil padi yang biasa kita kenal Musim Panen.

Ditengah banyaknya petani yang berada disekitar Dompu yang menunggu hujan ketika mulai tanam padi, petani So-Zero dan sekitarnya mulai penen padi Jum'at (23/11).

Namun dengan musim panen saat ini petani sedikit di hambatkan dengan hujan yang tiap harinya kian turun, mengakibatkan benih padi menjamur dan berubah warna menjadi hitam, dan ini akan bermasalah saat proses pemasaran, yang memang para pembeli hasil gabah padi menginginkan kualitas yang baik sehingga petani yang akan menanggung resikonya jika para pembeli melakukan pemotongan harga.

seprti yang dikeluhkan oleh Pak Belalang selaku penggawa so Doro Ringi Pelita saat diwawancarai oleh tim bahwa dengan turunnya hujan yang sering kali turun di mingu minggu terakhir sekarang ini mengakibatkan harga padi kian turun, setiap hujan turun maka harga gabah akan dipotong. yang memang pada awal panen hargga padi Rp. 4.200/Kg kini menurun mencapai Rp.3.700/Kg sejak hujan turun sebanyak 3 kali berturut-turut.

Tambahnya "Baru tiga kali turun harga padi turunya minta ampun, bagaimana jika hujan mencapai 10 hari mungkin padi sudah tidak ada harganya, seharusnya pemerintah dari dinas terkait harus rajin mengontrol kondisi dan permainan pasar jika tidak, maka petani akan selalu dibodohi. dan seharusnya ada ketegasan standar harga jual yang harus diterapkan untuk para pembeli" ujarnya

Harapannya jangan jadikan alasan jika hujan turun untuk menurunkan harga, karena banyak petani yang kecewa dengan musim panen untuk musim sekarang ini. (M.R.*) 

Selasa, 20 November 2012

Petani So Klonco Disibukan Musim Pasca Tanam

Ilustrasi
Setelah terhitung dua bulan beristirahat untuk beraktivitas diarea persawahan seusai panen Kedelai kemarin serta kemarau yang sedikit panjag, kini petani dorebara terlihat sibuk dimusim pasca tanam, karena musim hujan di Dompu bagian selatan sudah turun terhitung satu minggu terakhir.

Sebelumnya para petani khusnya so Klonco merasa keresahan yang dikarenakan kemarau yang cukup panjang, sehingga mengakibatkan terlambat pada cocok tanam di musim ini, para petani di desa ini ketika musim hujan tiba beragam tanam yang di tanam, mulai dari padi sampai sayur-sayuran, sehingga masyarakat bisa merayakan aktifitasnya seperti pada tahun-tahun kemarin.

Seperti apa yang diutaraklan oleh bapak Anwar M.Ali selaku panggawa salah satu so saat ditemui di sawah dampingannya, bahwa penanaman padi serta cocok tanam ditahun ini mengalami kemoloran, yang memang dipengaruhi oleh cuaca, serta kurangnya air untuk pnanaman. Ujarnya

Serta seperti tanggapan salah seorang petani yakjni bapak Usman mengatakan bahwa mereka sedikit kecewa atas ketelatannya, tapi dengan musim hujan yang kini sedang mengawal mengundang kesibukan serta rasa sukur yang begitu melimpah karena dengan ini musim cocok tanam serta kesibukan dan aktifitas petani kembali normal. Az

Kamis, 15 November 2012

Masyarakat mendapat pelatihan tentang Anggaran

LSM LenSA NTB kini melakukan sekolah anggaran untuk kesekian kalinya, sekolah anggarana yang bertemakan "Advokasi Perencanaan Penganggaran Partisipatif Berbasis Penguatan Infrastruktur Dasar Desayang berpihak pada masyarakat Miskin dan perempuan" yang bertempatkan diaula Kantor Lensa NTB yaitu JL.lintas Pelita lingk. Salam Kec. Dompu. Kegiatan umum yang memang dikhususkan untuk masyarakat miskin dan perempuan ini dibulan September awal yang dimulai sejak pukul 08:00 Wita sampai selesai  sekolah anggaran yang dilakukannya seusai kegiatan dilakukan  setelah dari slanci jaya kemarin.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat dibeberapa desa di 3 kecamatan yang ada di bag selatan dan timur kabupaten Dompu yaitu kec. Dompu, Kec Woja, dan Kec Hu'u. yang diantaranya desa Dorebara, Mangge Asi, Lune,ranggo, cempijaya dan daha.

Peserta yang merupakan peserta pilihan yang dipanggil untuk kepentingan masyarakat demi kelancaran dan jembatan untuk masyarakat yang lainnya dengan masalah anggaran serta penyampaian informasi yang lebih jelas ini, maka sedikitnya 25 lima peserta yang terdiri dari masyarakat sipil, Mahasiswa dan pemerintah desa tersebut merasa bangga dengan diadakannya sekolah anggaran ini.

Sekolah anggaran yang bertempatkan diaula rapat kantor LenSA NTB yakni Jl. Lintas Pelita linkungan salama Dompu tersebut memiliki makna kebanggaan tersendiri bagi pesert yang hadir, karena peserta dapat berkunjung langsung sekret LenSA NTB dan mereka menanggapi bahwa tidak ada ketertutupan antra lensa dan peserta, karena memang selama ini kegiatan sekolah anggaran yang lakukan oleh LenSA NTB bertempatkan diaula kantor Desa an lain sebagainya.

acara yang difasilitasi oleh bapak Syafruddin Kaso ini mendapatkan penghargaan spesial dari para peserta karena memang peserta tidak ada yang mengeluhkan acara seperti sebelumnya, para peserta merasa cukup bangga dengan acara hari pertama di Dompu, karena hasil ini dilihat langsung dalam tabekl efaluasi yang diisi oleh peserta yang memang cukup baik bernilai 70% dan baik 30 %, "semoga di lain kegioatan dan untuk kedepannya LenSA bisa lebih baik seperti yang sekarang ini" ujar pak Supratman Pajo usai Acara.  *Az*

Masjid Yang Sakit

gb. saat bergotong Royong

Msjid raodatul jannah yang merupakan masjid induk yang ada didesa dorebara yang hampir setahun ini proses perbaikannya ditunda yang dikarenakan dana rehabilitasnya kurang, da sudah beberapa hari terakhir untuk bulan November 2012 iini aktifitas masyarakat untuk sama-sama bergotong royong rehab lanjutan terlihat lagi.

Masjid raodatul jannah yang konon katanya merupakan masjid tertua yang ada di jl. Mbawi ini  kini sedikit terlihat parah, saat memasuki musim hujan ntuk tahun sekarang ini, atap masjid banyak yang bocor, dan mengalami banjir local area peribadatan, serta dengan kondisi masjid  yang semakin tua termakan oleh  waktu yang membuat dinding masjid retak dan kaca kebanyakan pecah dan membuat kebanyakan ternak sekitar bermalam didalam masjid. Hal inilah yang menyimpan banyak keprihatinan warga dengan tempat sucinya.

Saat tim KM Sanggicu mendatangi ketua pengurus masjid Raodatul jannah kemarin Rabu (15/11) yang bertepatan dengan tgl 1 Muharam tahun Hijriah yaitu bapak A. Hamid Abdulah, bapak A.Hamid memberikan sedikit penjelasan tentang dana kas Masjid serta proses perbaikannya, bahwa dana kas Masjid untuk tahun sekarang ini mengalami sedikit penurunan, yang dikarenakan sumbangan masjid yang diserahkan oleh warga kurang, dan tidak adanya bantuan baik dari pihak pemerintahan Agama yakni Depak serta pemerintah  daerah sendiri serta instansi lainnya. Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya banyak masyarakat yang memberikan sumbangan berupa Jakat Mall serta bantuan pemerintah akan berebutan menetor  untuk perbaikan serta perawatan masjid, namun utuk tahun sekartang ini jauh beda.
Jadi proes rehabilitas lanjutan masjid untuk tahun sekarang ini mengalami kemacetan, karena dipengaruhi oleh factor ekonominya yang menipis, serta kesadaran masyarakat yang makin malama makin menghilang.

maka dengan dana yang seala kadarnya membuat pengurus untuk memaksakan diri memperbaiki masjid yang jika lama tidak dihiraukan maka masjid ini akan rubuh dengan sendiri. *M.R*

Kamis, 08 November 2012

Ketua NU Kota Mataram bekunjung di kantor LenSA NTB

gb. PAk Fairuz saat berkunjung ke LenSA NTB

Rabu (07/11) kemarin, sekitar pukul 16:00 ketua NU kota Mataram yakni bapak Fairuz Abadi atau sering dikenal Abu Macel mengunjungi kantor Lensa NTB dengan didampingi oleh anggota komunitas kampung meia Sanggicu Dompu.
Dengan sambutan hangat oleh ketua GP Ansor yakni Bapak Much. Dayan S.Ag, berserta wakil ketua 1 Ansor dan anggota IPNU, IPPNU, PMII dan pemuda NU lainnya, dengan sedikit humoris namun penuh dengan keseriusan, bapak fairuz dengan sedikit candaan memeberikan pelajaran tentang kejurjuran yang di ibaratkan bagaikan kentut, kepemimpinan yang bermotifkan makanan serta perorganisasian berkelompok yang belajar dari pada structural Tubuh.
Dengan sekitar 20 orang  yang mendengarkan apa yang dikatakan Abu Macel memasang muka bingung keheranan, yang karena memang cara pembawaan Abu Macel yang sedikit ngawur namun menyentuh,  seperti teori kejujuran yang disamakan dengan kentut, jika orang yang suka menyembunyikan dan tak ingin jujur maka akan menyebabkan fitnah, begitulah Kentut tidak terdengar namun terasa bau, begitu pula yang kentut besar namun sedikit sedikit itu ibaran jujur tapi sedikit pelit, apalagi yang suara dibesarkan dan berbau, tapi jangan dikeluarkan ditempat umum apalagi ditahan akan menyebabkan panas Dingin.
Dan teori lainnya, namun ada sedikit pembelajaran yankni cara menulis kreatif yang di bawakan Abu Macel membuat minat para pendengar sedikit terangkat, karena slama ini penulisan dituntut untuk memenuhi  karakter dan lainsebagainya, namun teori yang dibawakan oleh Abu Macel tidak menuntut untuk menulis seperti kebanyakan materi lainya bahwa menulis Kreatif seperti yang di ajarkan oleh Abu Macel sendiri tidak memiliki syarat sepertiyang lainnya, cukup ada alat, tulisan bisa dilkaukan dan Sah-sah Saja.
Pertemuan yangberlangsung sekitar dua jam lebih tersebut mebuahkan hasil, karena kebanykan yang hadir ingin segera melakukan apa yang telah diajarkan oleh Abu Macel, dengan sedikit humoris namun bermakna, walau saat itu Direktur LenSA NTB yakni bapak Akhdiansyah S.Hi, tidak dapat bergabung karena memang beliau masih berada di Mataram. Walau demikian Abu Macel merasa bangga dengan semangat pemuda NU Dompu sendiri. Amin