Sabtu, 22 Desember 2012

Peringatan Hari Besar Dengan Penghijauan Citai Alam


gb. Saat pembukaan
Lomba lintas alam se propinsi NTB yang digelar oleh Mapa Stie Yapis Dompu yang bekerja sama dengan Stie Yapis Dompu guna memperingati hari Ibu, haru Ulang tahun NTB yang ke ke 53 serta menyambut Tahun 2013 M.

Lomba yang dilakukan kemarin sabtu(22/12)kemarin bertemakan Lomba Lintas Alam dan Penghijauan 2012 Pohon se-NTB ini di ikuti oleh sebanyak 68 kelompok lomba dari berbagai kabupaten/Kota se NTB, seperti pemuda pecinta Lingkungan Dompu, kader NU yang diantaranya PMII kab.Dompu, PMII kab. Bima, KRK Dompu, IPPNU Dompu, IPNU Dompu, KMNU Dompu, I Love NU Dompu, serta Pemuda ANSOR, serta kelompok campuran dari tingkat SMA baik dari Bima, Kota Bima, Dompu dan pemuda Sumbawa.

Kegiatan ini mendapatkan suport dari Pemerintah Daerah Dompu serta beberapa Lembaga Usaha seperti PT Sosro, PT Gudang Garam, ada juga PC KNPI Dompu, PC PMII Dompu dan banyak lagi.
Semua peserta lomba bersemangat untuk mengikuti mata lomba dengan ber agai macam kostum dan gaya serta penampilan, rute yang dipilih cukup lumayan panjang yakni 20 KM yang diawali dari STKIP Yapis Dompu Kec. Dompu menuju persawahan dan perumahan Puri Ginte Woja, kembali ke Kantor Bupati dan perkotaan Dompu, melintasi KODIM Dompu dan kembali ke STKIP Yapis Dompu.

Banyak peserta yang sangat terkesan dan bangga untuk mengikuti acara kali ini, karena memang acara kali ini cukup meriah dan banyak peserta yang mengikuti nya, baik kalangan pendidikan Sekolah Menengah sampai sekolah Tinggi dan kepemudaan dan terbuka untuk umum.
Mata lomba yang dibebani dengan uang registrasi sebesar Rp. 25.000 ini sama sekali peserta tidak merasa keberatan, walaupun ditengah perlombaan ada sedikit kemoloran panitia, namun tidak sampai mematahkan semangat merek atas cintaya terhadap alam dan penghijauan.

“Meskipun ada sedikit masalah seperti molornya panitia di pos IV kami jujur merasa kecewa namun kami tidak patah semangat untuk melanjutkan mata lomba” ujar dari Tim Pecinta Alam Bima
Seperti apa yang disampaikan oleh ketua panitia saat membuka acara secara resmi “Alam mereka alam kita juga, mari kita menjaga kelestarian alam kita, kalau bukan kita Siapa lagi” ujar mas Randi ketua panitia. (*MR

Jumat, 21 Desember 2012

Bergurau Dengan Penuh Keseriusan


Gb. saat menyerahkan hadiah
Dengan sedikit memberikan pemahahaman demi meningkatkan motifasi untuk komunitas kampung media, bapak fairuz Abadi yang kerap dikenal dengan abu macel dengan gaya khas celotehannya menyampaikan pesan dengan gurauan beribu keseriusan.

Saat menyerahkan  honor serta hadiah untuk komunitas kampung media Kabupaten Dompu yang diwakili oleh komunitas kampung media Sanggicu Dompu, bapak Fairuz memberikan Apresiasi atas kekompakan komunitas kampung Media kabupaten Dompu, serta koordinasi dan kerjasama yang akan menjawab cita-cita kampung media yang sebenarnya yaitu menyampaikan dan mendengarkan informasi yang sangat bermanfaat pada masyarakat.

Bapak fairuz dengan sedikit gurauannya memang itulah gayanya yang khas saat ditemui diruang kerjanya di kantor Dishubkominfo Prop NTB di Bidang BPIP oleh tim Sanggicu bahwa untuk tahun 2013 depankampung media akan menjadi sumber informasi yang di butuhkan oleh warga.

"Mimpi besar kampung media adalah menyampaikan dan mendengarkan apa yang menjadi masalah masyarakat, yang tidak hanya di perkotaan melainkan masyaraakat yang ada di tingkat pedesaan dan terpinggirkan, jadi informasi ini sangat penting kita sampaikan dengan media yang terkesan mahal namun sederhana  walau hanya sebatas ngebloging, karena banyak media yang tidak memperhatikan dan tidak sanggup untuk memuat dan mempublikasikannya "Ujarnya pak Fairuz

sambil menyerahkan hadiah kepada komunitas kampung Media Kab Dompu yang lolos mendapatkan Award 2012 kemarin yang digelar di hotel Lombok Raya, kyaitu kampung Media Sanggicu yang mewakili KM kab. Dompu. (*Az

Selasa, 18 Desember 2012

Teman Asik Usai Hujan Ditaman Kota Dompu

Ting-ting-ting... Begitulah suara sendok ketika diketokan dengan botol saus yang di gantungnya didepan sebelah kiri setir Motor, biasanya kebanyakan warga langsung berdatangan untuk menghampiri dan langsung membeli bahwasanya suara tesbut adalah suara pedamgang cilok.

Tidak heran usai hujan reda ditaman kota Dompu banyak gerobak yang mangkal untuk menambah kehebohan taman kota dengan fariasi ketukan  tangan yang sangat berfariasi suara dentingan botol maupun mangkuk yang diketuk dengan menggunakan sendok yang menandakan perbedaan dengan penjual lainnya, seakan memanggil para pembeli dengan bisikan cilok hangat enak siap saji.

Banyak pengunjung taman yang membeli cilok, namun beda cilok di Dompu dengan cilok di Lombok maupun di Jawa, karena cilok ini hanya tersedia dengan sambal saus manis dan pedis, kalo di kota lain ada yang menggunakan sambel kacang.

Seperti salah seorang pembeli cilok Mbak Yani, ia mengaku sangat hobi memakan jajanan yang terbuat dari kanji dan daging ini, dan setiap hari ia tidak ingin ketinggalan dengan jajanan ini.
"Asiknya ketika usai hujan kan dingin, duduk ditaman kota sambil cuci mata menikmati jajanan murahan yang  pasti hanghat dan menggugh selera dengan cilok, dengan modal Rp.5000 bisa memuaskan slera makanku beserta keluarga" ujarnya girang.

Jajanan murah meriah ini juga sangat bergantung pada penjualnya, seperti mas Darus Salam (28) pemuda asal Lombok Timur yang biasa disapa Darus , karena seperti yang dijelasdkan oleh Darus bahwa berdagang jajan murah meriah ini sungguh harus diperhatikan keuntungan dan modalnya, karena disaat musim hujan begini biasanya harus rajin-rajin memperhatikan cuaca dan kesehatan.

"Sedikit  keuntungan dan kesempatan yang kita miliki ketika musim hujan begini, karena dengan modal Rp.150 ribu sehari akan menarik keuntungan hanya Rp.60 ribu/ hari, ketika jusim hujan begini. dan jikalau laku semua keuntungan sehari sekitar Rp.160 ribu. yang ada rugi kalau musim hujan begini karena kita harus sediakan obat dan kita harus taruhan kesehatan ketika terkena hujan yang biasanya flu yang kena" ujarnya sedih.

Memang tidak heran gaya dan usaha oprang orang untuk mencari nafkah, karena dengan tetap berusaha walau menerjang serta melawan musim demi melancarkan kehidupan dan menafkahi diri dan keluarga. *Az

Aksi Bentrok, Warga Blokir Jalan

Pengalihan Jalan

Setelah sekitar tiga pekan istirahat dalam aksi bentrok antar warga, kini dimulai kembali bentrok susulan dengan isu yang dulu tanpa kejelasan yang pasti.

Bentrok antar warga kelurahan kandai dua Woja dengan warga lingkungan Renda kelurahan Simpasai Woja Kabupaten Dompu kini kembali ricuh, bentrok susulan antara kedua kubu warga ini ternyata banyak merugiokan masyarakat lain, bentrok yang bermulai sejak Sabtu(15/12) kemarin sejak pukul 15:30 wita ini ternyata banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat dompu lainnya, karena menurut para warga lain bahwa bentrokan susulan ini samngat merugikan warga lain terutama pengguna jalan dan anak sekolahan.

Tidak hanya kedua warga tersebut yang dirugikan, karena memang bentrokan ini bermula saat pembakaran kendaraan bermotor roda dua di tengah jalan pada minggu malam, serta pemblokiran jalan yang mengakibatkan kemacetan serta pengalihan jalan yang meresahkan serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Seperti terlihat sekarang ini, banyak klendaraan umum serta kendaraan khusus angkutan barang mengalami kemacetan serta pengalokasian jalur yang bermula di jalur Kodim Kab.Dompu yang di giring menuju Jl. Lintas Mbawi dan keluar di jalan Cakre kandai II Woja.

Suparno (43) salah seorang supir bus pengangkut barang asli Sumedang merasa sangat dirugikan oleh warga yang bentrok di Jl. Lintas Sumbawa, Simpasai , kec. Woja, Dompu. Karena memang jalur atas serta jalur bawah sudah diblokir oleh warga yang tawuran yang mengakibatkan mereka memilih  jalur mutar ke Jl.Mbawi yang jaraknya hampir 30 Km. yang biasanya jalur yang di tempuh dari Ja’do (cabang Kodim) sampai Lmapu merah Cakre hanya 10 Km., kini mereka terpaksa memakai jalan mutar yang panjangnya sekitar 30Km, dan tidak hanya itu, bus malam yang biasanya melintas pukul 20:00 wita harus menunggu para warga beristirahat konflik dan bisa Satar mulai pukul 24:00 wita.

“Biasanya kita lebih dari waktu yang ditargetkan karena memang jalannya mulus dan tidak banyak kelokan dan juga dekat, tetapi karena adanya bentrok warga di Lingk simpasai sampai kandai II kini kami harus menggunakan jalan mutar keselatan dengan jalur sempit, gelap, dan rusak, kami sungguh dirugikan, baik rugi waktu maupun Solar” Ujar Suparno nyesal.

Tidak hanya itu, banyak juga anak sekolah yang bersekolah di Wilayah Kec Woja terhambat, karena memang mereka takut terkena amukan warga serta tidak ada angkot yang berani beroperasi.

Dokumentasi TV One
Semoga saja pemerintah Dompu baik itu pihak keamanan maupun pemerintah menyelesaikan konflik yang ada, sehingga aktifitas kami kembali lancar seperti biasanya” pinta pak Mis selaku Guru sekaligus pengguna jalan raya. *Az

Jumat, 14 Desember 2012

Peternak Gelisah Sedangkan Petani Bergairah

Sudah hampir satu bulan hjan terus mengguyur Dompu, dengan demikian petani Dompu kini sibuk mengisi hari-harinya untuk beraktivitas disawah maupun lading mereka, namun dibalik kesibujkan petani ternyata megakibatkan para peternak hewan Sapi, maupun kambing merasa terbebani.

Terlihat memang aktifitas petani diareal persawahan kini sibuk dngan peralatan bajak mereka untuk merapikan dan merawat sawahnya karena akan memasuki musim tanam padi, begitu juga di perkebunan, petani sibuk merawata dan menggantikan kayu pagar mereka kaena kan mengis kebun dengan berbagai jenis tanaman seperti sayuran, padi, jagung, kacang-kacangan dan lainnya.

Aktifitas yang menggairahan hati dan membakar semangatnya petani kini membuat para peternak merasa gelisah dan sedikit terbebani, yang memang mereka sekarangb harus mulai mengurus dan memikirkan ntuk selalu mengandangi dan memenuhi pakan ternak mereka. Biasanya para pemilik ternak membiarkan hewan ternak mereka untuk bekeliaran bebas di lading maupun areal persawahan untuk memberikan makan dan mencukupkebutuhan ternaknya, namun sekarang mereka harus sibuk menyediakan kandan  mengembala kembali ternak mereka yang masih berkeliaran dan mencukupi pakannya.

Seperti apa yang diutarakan oleh salah seorang pemilik ternak Sapi asal Dorebara yakni bapak Muhtar (48) saat ditemui oleh tim sarangge diladang kemarin “denga adanya aktifitas rutinan para petani, kami selaku peternak kini diharuskan untuk mengandangkan ternak, jika tidak maka ami akan dipanggil dan dimeintai pertanggungjawaban oleh para petani, bahkan ternak kami terancam keselamatannya “keluhnya.

Setelah dilakukan konfirmasi pada  jum’at (08/12) Bapak  Anwar (47) selaku panggawa  So Mada Jampi desa Dorebara  ternyata dibenarkan atas keluhan yang disampaikan oleh bapak muhtar dan warga peternak lainnya, karena jika tidak maka merekaaadipangil dan kinakan sagsi yang sepantasnya dengan memintai pertang jawaban ”jika mereka tidak melakuka pengamanan serta pengandangan terhadap ternaknya yaitu sapi maka mereka akan dilakukan panggilan dan ternaknya aan diamnakan dijadikan brang bukti, dan dimintai pertanggung jawaban, apalagi kebanyakan para peani akan melakukan tindakan anarkis seperti membacok atau melaukan penusukan terhadap hewan tenak” jelasnya

Ternyata sebelumnya sudah ada pengumuman dan pemberitahuan sebagai hmbauan di tiap-tiap masjid yang dilakkan oleh aparat desa Dorebara dan ini telah diakui oleh bapak DRS. Tamziddun selaku Kepala desa Desa Dorebara ”saya juga orang pertama yang ing segera menyampaikan pengumandan memberikan erintah 
unuk pengandangan hewan ternak ini”ujar KAdes Dorebara tepatdi rumah pribadinya.

Namun ternyata masih ada ternak yang berkeliaran seperti Kambing masihberkeliaran bebas, dan untuk sapi sendiri sudah terlihat aman, dan harapannya bagaimana kambing ini juga agar secepatnya dikandangi dan jangan dibiarkan untuk berkeliaranbebas karena memang sangat mengangu dan merusak tanaman baik diarea persawahan maupun kebun” pinta Bapak A.Wahab warga Dusun Dorebara selatan (*A z)

Angin Beserta Hujan Menghambat Pertanian



Musim hujan tahun ini tidak jauh beda dengan mnusim hujan sebelumnya, karena curajh hujan yang turun hampir setiap hari untuk satu pekan terakhir, namun yang sedikit membuat petani terganggu adalah turunya hujan yang disertai angin kencang.

Akhir-akhier ini hujan disertai angin kencang sedikit menghambat aktivitas masyarakat Dompu Umumnya dan petani Khususnya, yang dikarenakan memang petani saat ini disibukan dengan musim tanam untuk wilayah dompu selatan dan memanen untuk dompu bagian utara dan timur.

Dengan hujan yang beserta angin kencang, petani banyak mengeluh sebab banyak bibit padi yang sudah dicabut dan siap untuk ditanam terseret terbawa arus air. Bahkan banyak petani yang tidak berani untuk pergi kesawah jika hujan turun, sebab hujan yang disertai angin kerap keli terjadi petri.
Dimusim hujan tahun lalu, sekurangnya ada lima warga Dompu yang meninggal ditempat sesaat setelah tersambar petir saat hujan beserta angin, dan tidak hanya itu banyak juga petani yang ketakutan biasanya 
hujan tersebut akan mengakibatkan banjir beserta pohon mudah tumbang.

Hadne salah seorang petani warga Mbawi mengatakan  bahwa, akhir-akhir ini hujan disertai angin menerjang kota maupun desa yang ada di Dompu dengan kondisi cuaca seperti ini dia cukup khawatir 
"jangankan untuk pergi kesawah, keluar rumah pun saya sangat takut".

Untuk antisipasi banyak petani yang memilih untuk pergi kesawah lebih awal disbanding harisebelumnya, serta menggajih buruh lebih banyak lagi agar proses penanamannya lebih cepat terselesaikan. (*Iwn.

Rabu, 05 Desember 2012

Pantai Ria Magic Baru Para Wisatawan Lokal

Pantai Ria

Jika dilihat dari letak geografis, pantai ria berada cukup dekat dengan pusat kota Dompu, untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 25 menit, pantai yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan gulungan ombak yang cukup ringan.

Aset  wisata NTB yang patut disukuri adalah adanya perpaduan antra pegungan dengan pantai yang mampu menenangkan hati. contohnya Tambora dan Lakey yang merupakan bukti nyata keindahan alam yang dimiliki oleh kabupaten Dompu, karena kedua tempat tersebut sudah dikenal oleh Dunia.
selain kedua tempat seperti pantai lakey dan gunung Tambora, ada satu pemandangan yang indah yang mungjkin akan membuat anda terpesona, karena kedua tempat inimemiliki perpadua yang cukup menampilkan keindahan panorama alam Dompu, Ria yang akrab disebut dengan pantai Ria patut menjadi pengisian salah satu daftar tempat wisata yang akan mengisi liburan anda.

Seperti liburan kenaikan kelas, liburan akhir pecan, liburan saat Cuti bahkan  liburan saat hari besar lainnya lebaran misalnya, bahkan liburan pada 17san Agustus.

Bagi masyarakat Dompu pantai Ria sudah bukan hal yang asing, melainkan pantai ria menjadi tempat wisata primadona local yang dijadikan tempat wisata alternative bagi warga Dompu. pantai Ria yang terletak di ujung Dusun Ria, desa Riwo, kec woja yang berjarak kira-kira 18 kilo dari kota Dompu.

Pantai Ria juga memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan tempat wisata lain seperti kases jalan yang lancer serta tidak membutuhkan biaya yang terlalu tinggi, serta pemarkir kendaraan yang slalu On Time ketika kita memasuki gerbang wisata cukup dengan isi saku sebesar RP. 6000,- anda akan langsung dapat menikmati tanpa rasa resah. Tidak hanya itu, ketika anda memasuki pantai ria, anda akan melihat tepat didepan mata anda akan melihat gunung yang sering-sering disebut sebagai pusat kerajaan Riwo dengan jelas, serta sepanjang perjalanan  anda tidak akan merasa bosan, Karena dipenuhio dengan hamparan tanaman hijau kebun warga serta tambak ikan yang membuat mata lebih berwarna dengan sejuta fariasi.

“Pantai Ria lebih indah ari pada pantai manapun, hanya saja belum terawatt begitu maksimal, dan jika saja terawatt mungkin lebih dari pada ini pemandangannya” ujar Salah seorang pengunjung Asli dari Kab. Bima
memang bukakn pilihan yang rugi bila liburan di pantai Ria, karena anda akan merasakan  semilirnya pantai ria, karena nuansa alamnya yang sangat memikat, pepohonan yang menjulang tak beraturan serta pemndangan hsmparan batu dengan aneka ukuran. (*Is)