Senin, 21 Oktober 2013

HARGA KEDELAI BERGANTUNG PADA CUACA


KM. Sanggicu: Itulah sepotong lkalimat yang terlempar dari mulut petani saat ini, faktanya memang benar karena cuaca sangat mempengaruhi penjualan dan harga kedelai seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.



Minggu (20/10)Seperti yang dirasakan oleh keluarga petani bapak Ahmad (49) yang beralamatkan kelurahan kandai satu Dompu ini. Bapak ahmad sebelumnya memperkirakan panen kedelainya saat ini sebelum musim hujan tiba, namun apa hendak dikata ternyata sebelum pencabutan kedelai miliknya dimulai hujan sudah mengguyur sejak dua hari terakhir.

Tepatnya di saung milik bapak yasin tepatnya di so Mada jampi, bapak Ahmad hanya bisa pasrah dengan perubahan cuaca sambil memandangi kedelainya “kalo musim hujan sudah dimulai, maka harga kedelai bergantung dengan cuaca, karena sebelumnya harga kedelai dikabarkan Rp 7.500 / kgnya, kini saya sudah mendengar dengan jelas pada pembeli bahwa harga kedelai turun sampai Rp. 6.700 / Kg. jadi sudah tradisi kalau hujan turun maka harga kedelai maupun padi ikut turun maka petani tidak perlu heran dengan kejadian yang seperti ini. ” Ujarnya pak Ahmad sedikit menyesal

Tidak hanya bapak Ahmad yang menyesali atas pembeli yang memainkan harga sesuai dengan permainan cuaca, hujan yang menguyur Dompu hampir sepekan ini menjadi patokan penjualan serta perdagangan pertanian, yang mengakibatkan fariasi harga penjualan kedelai yang lumayan beragam, namun harapan petani sudah jelas sejak lama yaitu agar  ikut serta menentukan pemasaran yang terjadi ditingkat pertanian level pedesaan.

Seperti yang dijelaskan oleh salah seorang pemain pasar yang berinisial F.H bahwa pembeli hanya mematok dengan harga yang sudah disesuaikan oleh bos mereka, karena rekan FH juga adalah orang suruhan “permainan harga seperti keedelai ini kami tidak berani menentukan, karena sebagai pembeli yang disuruh selayaknya anak buah, kami sudah memegang harga pasaran yang sebelumnya ditentukan oleh Bos kami, seandainya kami mengambil dengan harga tinggi namun kedelai yang diambil sudah terkena hujan, maka kami juga akan kena teguran. Dan sebelumnya pemerintah sampai saat ini belum terlihat mengikut campuri urusan biaya, karena hanya bos-bos kami yang menentukannya” ujar FH santai.


Setelah mendengarkan penjelasan dari para pembeli yang demikina, para petani hanya bisa berpasrah dengan keadaan yang sebenarnya bahwa pemerintah kurang ikut campur dengan penentuan harga ditingkat pertanian. (*Az)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar